Batuk dan Pilek pada Balita Tidak Semua karena Influenza, Lho!

by Redaksi
A+A-
Reset
BATUK DAN PILEK PADA BALITA TIDAK SELALU KARENA INFLUENZA LHO!

Sumbarpro

Si kecil rewel, tidak mau makan, diiringi dengan bersin dan batuk-batuk. Bisa jadi itu adalah gejala awal yang dirasakan si kecil ketika akan mengalami batuk pilek.

Namun, Healty People tidak perlu khawatir berlebihan, sebab batuk pilek adalah hal yang dialami oleh hampir seluruh balita.

Bahkan dalam setahun si kecil dapat mengalaminya lebih dari 3 kali. Apakah hal tersebut wajar? Batuk pilek merupakan kondisi yang wajar dialami oleh anak, terutama jika usianya masih berada di bawah 7 tahun.

Hal ini karena sistem kekebalan tubuh anak di usia tersebut masih belum terbentuk dengan sempurna.

Penyebab batuk pilek pun beraneka ragam, di antaranya adalah:

Infeksi yang disebabkan oleh virus

Batuk pilek pada anak sebagian besar disebabkan oleh virus. Seiring dengan pertambahan usia, umumnya anak akan lebih sering berinteraksi dengan banyak orang  sehingga ia akan lebih mudah terpapar oleh virus tersebut.

Namun, apabila anak telah sembuh, ia akan mendapatkan kekebalan terhadap virus pencetus kondisi tersebut.

Apabila si kecil sering mengalami batuk pilek, jangan panik dulu ya, bukan berarti daya tahan tubuhnya lemah. Bisa jadi penyebabnya adalah virus yang berlainan, dan ia belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Alergi

Tidak hanya disebabkan virus, batuk pilek pada anak juga dapat disebabkan oleh alergi.

Gejala alergi memang menyerupai batuk pilek akibat virus, namun biasanya sembuh lebih lama, selama anak masih terpapar dengan pencetus alergi tersebut. Penyebab alergi pun tidak mudah ditemukan ya, Healthy People.

Supaya merasa lebih nyaman dan tidak rewel ketika sedang megalami batuk pilek, cobalah melakukan beberapa hal berikut:

Memastikan si kecil cukup tidur, sebab tidur dibutuhkan oleh tubuh anak untuk memulihkan diri dan meningkatkan imunitas tubuh.

Agar si kecil bisa bernapas lebih lega, posisikan kepalanya lebih tinggi ketika ia tidur. Gunakan bantal tambahan untuk menopang kepala dan bahunya.

Minum air putih untuk anak berusia di atas 6 bulan dan ASI bagi bayi. Air putih akan membantu mengencerkan dahak di saluran pernapasan, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Air putih juga akan menghindarkan si kecil dari bahaya dehidrasi.

Mengoleskan balsam bayi/anak ke dada, leher, dan punggungnya. Balsam bayi biasanya mengandung menthol, kayu putih, chamomile, dan camphor. Bahan-bahan alami tersebut dipercaya aman dan ampuh meringankan batuk pilek pada anak.

Cara mudah yang dapat diajarkan kepada si kecil supaya ia tidak mudah mengalami batuk pilek adalah dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari toilet, atau sebelum makan.

Tidak menyentuh hidung, mulut dan mata sebelum mencuci tangan terlebih dahulu. Pastikan si kecil mencuci  tangan dengan cara yang tepat setelah beraktivitas di luar rumah.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir akan menghilangkan beragam virus yang melekat pada tangan si kecil, sehingga risiko terkena virus penyebab batuk pilek akan berkurang.

Jaga terus kebersihan tangan si kecil, dan pastikan imunitas tubuhnya terjaga dengan baik supaya si kecil tidak mudah mengalami batuk pilek ya, Healthy People. (ak/*)

Sumber

Berita Terkait

©2023 – All Right Reserved.
Designed and Published by
PT Sumbarpro Jaya Media