Doni Putra, Relawan Pencarian Korban Hilang di Tanah Datar: Niat Itu Penting, Agar Ikhtiar Tidak Goyah | Sumbarpro

Doni Putra, Relawan Pencarian Korban Hilang di Tanah Datar: Niat Itu Penting, Agar Ikhtiar Tidak Goyah

by Redaksi
A+A-
Reset

SumbarPro

 Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk. Kutipan populer dari Tan Malaka ini mungkin cocok untuk kisah Doni Putra (36 tahun), seorang relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Sebab, ia melewati banyak proses hingga membentuknya sebagai seorang relawan.

Lelaki asal Jambi itu turun dalam aksi respons bencana banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar. Suatu hal yang sangat ia tunggu-tunggu selama ini. Lantaran sebelumnya ia melakukan aksi kerelawanan secara swadaya bersama teman-temannya.

“Sebelum ini ketika menolong orang saya turun sendiri bersama teman-teman. Tidak ada lembaga atau organisasi yang menaungi. Dengan tidak di bawah komunitas, saya asal menolong saja, tanpa SOP yang benar,” ucap Doni, dikutip dari laman dompetdhuafa.org, Selasa (21/5/2024).

Ia bercerita bahwa ia sering menjadi orang pertama yang turun untuk menolong orang ketika dalam bahaya. Misalnya, membawa anak sekolah yang tertabrak mobil ke rumah sakit, menolong seorang nenek yang terserempet motor di jalan, sampai mencari orang yang hilang di hutan selama empat hari. Berbagai pengalaman menolong orang itu ia lakukan ketika orang-orang lain tidak melakukan usaha apapun untuk membantu.

Namun, dari berbagai pengalamannya itu ia sadar bahwa dirinya perlu wadah organisasi dan dari sana ia bisa tahu banyak hal tentang proses pertolongan dengan prosedur yang tepat, terutama tidak membahayakan dirinya sendiri.

Kesempatan itu datang ketika ia mengikuti pelatihan Training Tanggap Bencana (TTB) yang diselenggarakan DMC Dompet Dhuafa. Dari sanalah ia menyadari tentang SOP pertolongan dalam kondisi yang membahayakan keselamatan manusia.

“Sekarang saya tidak gegabah untuk segara menolong, karena menghindari kesalahan yang justru malah semakin memperparah keadaan,” ucapnya.

Dalam kejadian bencana banjir bandang di Sumbar, Doni ditugaskan dalam giat SAR atau pencarian korban yang hilang di Kabupaten Tanah Datar. Ia masuk dalam tim SAR gabungan yang dikomandoi langsung oleh Basarnas.

Dalam operasi SAR itu, ia harus melewati jalan penuh lumpur, menyisir lembah-lembah sungai, dan sesekali menyeberangi sungai dengan arus yang deras. Keanggotaannya dalam komunitas pecinta alam (KPA) di Jambi membuatnya tak asing dengan medan yang terjal dan tak biasa.

Terhitung sudah tiga kali aksi SAR yang ia ikuti dalam respons bencana di Tanah Datar. Selama itu juga ia banyak mendapat pelajaran penting.

“Ternyata mencari orang hilang itu perlu analisis. Perlu tahu di titik mana orang tersebut hilang dan selanjutnya titik mana yang perlu kita operasi,” kata Doni.

Meski operasi yang diikutinya bersama tim SAR gabungan hasilnya masih nihil, akan tetapi komitmen Doni untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana tidak luntur.

“Biarpun belum mendapatkan hasil ketika saya turun, lelah saya terhapus oleh rasa ikhlas. Untuk tetap ikhlas saya selalu menanyakan kembali niat saya di awal. Terus berulang-ulang,” ujar Doni.

Ketika lelah menghinggapi raganya setelah seharian penuh menyisir sungai berkilo-kilometer jaraknya dalam operasi pencarian korban hilang, ia akan mengingat niat awalnya datang ke Ranah Minang, yakni menolong.

“Ketika diputuskan bahwa saya yang berangkat ke Sumbar, saya berniat untuk bisa membantu warga yang kesulitan. Saya niatkan itu, agar usaha yang saya lakukan tidak terganggu urusan-urusan di luar niat awal saya,” kata Doni.

Rasa lelah, jenuh, dan perasaan lainnya yang bisa mengganggu ikhtiarnya dalam membantu warga terdampak bencana banjir bandang akan hilang begitu saja ketika mengingat kembali tujuan untuk apa dirinya berada di tanah Minang ini.
“Niat itu penting sekali, agar kita tidak goyah. Niat yang baik membuat kita tidak terbebani,” tuturnya.

Menyambung kalimat pembuka tulisan ini, yang ‘terbentuk’ kini dalam diri Doni adalah rasa tidak tenang saat ia tak mampu hadir membantu orang yang butuh pertolongan. “Saya selalu berniat saya bisa membantu orang-orang. Sekarang ini saya niatkan membantu Sumatera Barat,” tutup Doni. (ak/*)

©2023 – All Right Reserved.
Designed and Published by
PT Sumbarpro Jaya Media