Kromatografi Alami: Keajaiban Laboratorium dalam Tubuh Manusia | Sumbarpro

Kromatografi Alami: Keajaiban Laboratorium dalam Tubuh Manusia

OLEH: DIAN RIZKY AFRIANI (Mahasiswi Pascasarjana Departemen Kimia, Universitas Andalas)

by Redaksi
A+A-
Reset

Secara ilmiah Kromatografi adalah sebuah metode pemisahan senyawa-senyawa dalam suatu campuran berdasarkan perbedaan afinitas atau keterlarutan senyawa-senyawa tersebut terhadap fase diam (stationary phase) dan fase gerak (mobile phase). Metode ini umumnya digunakan dalam kimia analitik untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur kadar senyawa-senyawa dalam suatu sampel.

Dalam kromatografi ada beberapa is-tilah yang harus kita ketahui, yang pertama adalah fase diam, fase diam adalah material atau zat yang tetap diam selama proses kromatografi. Ini dapat berupa kolom kromatografi, kertas kromatografi, atau lapisan tipis bahan lainnya. Pada fase diam inilah senyawa-senyawa dalam sampel akan berinteraksi.

Yang kedua adalah fase gerak, Fase gerak adalah zat yang bergerak melalui fase diam membawa senyawa-senyawa sampel. Fase gerak dapat berupa cairan atau gas tergantung pada jenis kromatografi yang digunakan. Pada kromatografi cair, fase gerak berupa cairan pelarut, sementara pada kromatografi gas, fase gerak berupa gas pembawa.

Yang ketiga yaitu waktu retensi, adalah waktu yang diperlukan bagi suatu senyawa untuk bergerak melalui fase diam. Senyawa-senyawa dengan afinitas tinggi terhadap fase diam akan memiliki retensi yang lebih lama.

Yang keempat yaitu elusi, elusi adalah proses penghilangan senyawa-senyawa dari fase diam oleh fase gerak. Ketika senyawa-senyawa melewati fase diam, mereka akan eluat atau keluar dari sistem.

Yang kelima ada detektor, detektor berfungsi untuk mendeteksi senyawasenyawa yang terpisah setelah melewati kolom. Jenis detektor bervariasi tergantung pada kromatografi yang digunakan.

Yang keenam yaitu kolom, kolom merupakan tempat terjadinya pemisahan senyawa-senyawa dalam sampel. Kolom ini mengandung fase diam (stationary phase) yang dapat berupa cairan atau padatan, tergantung pada jenis kromatografi yang digunakan. Dan yang terakhir adalah adsorpsi dan partisi, adsorpsi adalah fenomena di mana senyawa-senyawa berinteraksi dengan permukaan fase diam melalui gaya-gaya tarik (seperti gaya Van der Waals). Partisi adalah fenomena di mana senyawa-senyawa terdistribusi antara fase diam dan fase gerak berdasarkan keterlarutan mereka.

Di dalam tubuh manusia Allah menciptakan kromatografi alami sebagai pemisahan senyawa atau zat-zat yang ada di dalam tubuh. Tubuh ini adalah laboratorium canggih yang tak terlihat oleh mata manusia. Begitu besar kekuasaan Allah menciptakan manusia dengan kemampuan memisahkan senyawa atau zat-zat yang ada didalam tubuh secara alami. Pada akhirnya, tubuh manusia sebagai kromatografi alami ini memastikan bahwa setiap komponen yang diperlukan untuk kelangsungan hidup tubuh berada pada tempatnya yang tepat. Seperti sebuah orkestra yang harmonis, setiap bagian tubuh berkolaborasi untuk menciptakan keseimbangan yang sempurna, memungkinkan kehidupan manusia terus berlangsung. Berikut sedikit gambaran tubuh sebagai kromatografi alami.

1. Sistem perederan darah sebagai fasa gerak
➔ Darah bertindak sebagai fase gerak yang membawa berbagai zat-zat kimia, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh. Peredaran darah mengoptimalkan distribusi senyawa-senyawa ini ke berbagai organ dan jaringan, mirip dengan pergerakan fase gerak dalam kromatografi.

2. Organ dan Jaringan sebagai fasa diam
➔ Sel-sel tubuh, bersama dengan jaringan dan organ, berperan sebagai fase diam yang berinteraksi dengan senyawa-senyawa yang melewati mereka. Interaksi ini mencakup proses metabolisme, pertukaran nutrisi, dan reaksi kimia lainnya.

3. Sistem saraf sebagai detektor
➔ Sistem saraf dapat diibaratkan sebagai detektor yang mengontrol dan mengirimkan sinyal-sinyal untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Saraf menyampaikan informasi tentang kondisi tubuh dan meresponsnya, mirip dengan peran detektor dalam mendeteksi senyawa-senyawa dalam kromatografi.

4. Tubuh sebagai kolom
➔ Tubuh diibaratkan sebagai kolom karena didalam tubuh akan terjadi pemisahanpemisahan zat oleh organ dan jaringan, sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing organ.

Salah satu yang dapat merusak sistem kerja alami kromatografi dalam tubuh adalah mengkonsumsi minuman beralkohol, didalam Al-Quran pada surat Al-Maidah ayat 90-91 yang memiliki arti: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berhala, dan mengundi nasib adalah najis yang termasuk perbuatan syaithan. Maka hindarilah perbuatan syaithan itu agar ka-mu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan judi, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah (dari mengkonsumsi khamar dan judi)!”.

Bukan tanpa alasan Allah melarang kita mengkonsusmsi minuman beralkohol. Secara ilmiah dapat dijelaskan bagaimana minuman beralkohol dapat merusak tubuh manusia.

1. Pengaruh pada Sistem Peredaran Darah (Fase Gerak)
➔ Minuman beralkohol dapat mem-pengaruhi sistem peredaran darah, meningkatkan denyut jantung dan mempengaruhi distribusi zat-zat kimia di dalam tubuh. Ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan dalam perpindahan zat-zat kimia melalui tubuh, mirip dengan fase gerak dalam kromatografi.

2. Pengaruh pada Fase Diam (Organ dan Jaringan)
➔ Alkohol dapat merusak organ-organ dalam tubuh, terutama hati, ginjal, dan otak, yang berperan sebagai fase diam dalam proses kromatografi alami. Kerusakan pada organ-organ ini dapat menghambat fungsi metabolisme dan pemurnian zat-zat kimia.

3. Pengaruh pada Detektor (Sistem Saraf)
➔ Sistem saraf, sebagai detektor alami dalam tubuh, dapat terpengaruh oleh efek alkohol pada neurotransmitter dan reseptor saraf. Ini dapat menghasilkan gangguan dalam transmisi sinyal kimia dan mempengaruhi koordinasi antar sistem tubuh.

4. Perubahan pada Kolom Kromatografi (Sistem Kekebalan Tubuh)
➔ Sistem kekebalan tubuh, yang melibatkan sel-sel dan protein-protein khusus, dapat terpengaruh oleh konsumsi alkohol. Ini dapat mengubah respon kekebalan tubuh terhadap zat-zat asing dan meningkatkan risiko infeksi.

5. Perubahan pada Resolusi dan Selektivitas (Fungsi Organ dan Jaringan)
➔ Fungsi organ dan jaringan yang terpengaruh oleh alkohol dapat dianggap sebagai perubahan dalam resolusi dan selektivitas dalam sistem kromatografi alami. Hal ini dapat menghambat kemampuan tubuh untuk memisahkan dan menghilangkan zat-zat berbahaya.

Konsumsi alkohol yang berlebihan atau kronis dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ tubuh dan mengganggu fungsi kromatografi alami secara umum. Efek alkohol pada tubuh sangat kompleks dan dapat merugikan sistem-sistem kesehatan yang berperan dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan tubuh. Oleh karena itu kita harus menjaga apa yang sudah diberikan Allah kepada kita dengan cara mengerjakan perintahNya dan meninggalkan larangan-Nya. *

©2023 – All Right Reserved.
Designed and Published by
PT Sumbarpro Jaya Media